Serangan Manchester: AS Membocorkan InformasI Pelaku Pemboman dan Membuat Menteri Dalam Negeri Inggris, Amber Rudd Jengkel. Sekretaris...
Serangan Manchester: AS Membocorkan InformasI Pelaku Pemboman dan Membuat Menteri Dalam Negeri Inggris, Amber Rudd Jengkel. Sekretaris Rumah Tangga Ingris,
Amber Rudd, mengatakan bahwa dia merasa jengkel dengan AS karena telah
membocorkan informasi tentang pembom di Manchester sebelum polisi Inggris
mengizinkannya.
Rudd mengatakan bahwa Inggris
ingin mengendalikan informasi untuk menjaga unsur kerahasiaan intellegen untuk
menelusuri kejadian tersebut.
Saat diwawancarai pada
program BBC Radio 4, Rudd mengatakan
dengan sangat jelas bahwa Washington seharusnya tidak melakukan hal itu dan
tidak terjadi lagi.
Rudd mengatakan bahwa
pelaku pembom itu adalah warga Manchester sendiri, Salman Abedi, yang telah
berada dalam kendali dinas keamanan Inggris.
Rudd mengatakan bahwa
pelaku berusia 22 tahun, lahir dari orang tua asal Libya, yang semuanya tinggal
di Inggris. Rudd berbicara saat pemerintah menaikkan tingkat ancaman terorisme
menjadi "kritis" pada hari Selasa di tengah kekhawatiran bahwa serangan
lain akan segera terjadi.
Dia mengatakan bahwa
pihak keamanan Inggris telah mengerahkan 3.800 tentara untuk mengantisipasi
teror lanjutan dan segala hal yang berkaitan dengan keamanan dalam negeri Inggris.
Langkah tersebut menyusul serangan Senin malam di Manchester Arena, yang
menewaskan 22 orang dan melukai 59 lainnya.
Detektif anti terorisme
telah berbicara sebelumnya tentang betapa pentingnya kerahasiaan pelaku agar
tidak dipublikasi ke media. Mereka mengatakan penundaan sekitar 36 jam, sebelum
masyarakat mengetahui siapa yang mereka selidiki, untuk mendapatkan kemungkinkan
mereka bisa menangkap rekan pelaku lain dan keterkaitan jaringan terorisme
lain.
Informasi tentang identitas pembom pertama kali muncul di AS - dengan jaringan televisi Amerika CBS dan NBC menamai Abedi sebagai tersangka.
Rudd ditanya apakah dia
akan berbagi informasi secara detail tentang pelaku pemboman yang semestinya tidak
diinginkan oleh polisi dan keamanan Inggris. Sekretaris rumah Inggris itu
mengatakan: "Ya, terus terang saja, Polisi Inggris sangat jelas bahwa
mereka ingin mengendalikan arus informasi untuk melindungi integritas
operasional. Jadi ini sangat menjengkelkan jika informasi ini dibocorkan oleh sumber
lain, seharusnya tidak terjadi lagi".
Pihak BBC menekankan
apakah ada pihak Amerika telah membocorkan penyelidikan tersebut, diamengatakan:
"Saya tidak akan melangkah sejauh itu, tapi saya dapat mengatakan bahwa
mereka sangat jelas mengetahui situasi ini dan hal itu seharusnya tidak terjadi
lagi."
Asisten editor politik
BBC, Norman Smith, mengatakan bahwa yang menyebabkan Rudd jengkel berasal dari
fakta informasi penting tentang penyelidikan telah bocor ke media di AS.
Dia khawatir bahwa ini memungkinan
adanya kompromi penyelidikan, dengan memberi tahu rekan pemboman sehingga
pasukan keamanan Inggris tidak dapat mecari mereka.


COMMENTS