Trump Waspadai A ncaman N uklir Iran S aat B erkunjung ke Israel . Presiden AS, Donald Trump memulai kunjungan ke Israel dengan pering...
Trump Waspadai Ancaman Nuklir Iran Saat Berkunjung ke Israel. Presiden AS, Donald Trump memulai kunjungan ke
Israel dengan peringatan ancaman yang ditimbulkan oleh Iran jika memproduksi
senjata nuklir.
"Iran tidak boleh
diizinkan untuk memiliki senjata nuklir," katanya kepada wartawan di
Yerusalem, saat berbicara di samping Presiden Israel Reuven Rivlin.
Prasiden Trump terbang dari
Arab Saudi ke Israel, di mana dia memberikan pidato kepada para pemimpin Arab dan
Muslim di sebuah forum puncak.
Trump mengadakan pembicaraan terpisah dengan pemimpin Israel dan Palestina.
Dia telah membuat sebuah
perjanjian perdamaian Israel-Palestina "kesepakatan akhir", namun
tidak jelas mengenai bentuk apa yang harus ditindaklanjuti. Trump mengatakan
bahwa dia menyerahkannya kepada kedua belah pihak untuk membuat kesepakatan
secara langsung dengan berdialog.
Kunjungan dua hari ke
Israel ini merupakan bagian dari perjalanan luar biasa Mr Trump sebagai
presiden AS.
Apa lagi kata Trump tentang Iran?
" yang harus
dilakukan adalah menghentikan support dana, aktivitas pelatihan dan mengadakan pembinaan
bagi para teroris dan milisi yang keji itu," kata Trump di kediaman
Presiden Rivlin.
Dalam sebuah kesepakatan
membangun kekuatan dunia pada tahun 2015, Iran menerima pembatasan program
nuklirnya asal perkembangan ekonomi negaranya naik dan nyata. Sedangkan Gedung
Putih mengkonfirmasi bulan lalu bahwa kesepakatan tersebut masih berlaku.
Namun, Sekretaris Negara
AS, Rex Tillerson, telah menggarisbawahi bahwa kebijakan negaranya terhadap Iran
berada dalam tinjauan serius. Sementara Israel, menganggap Iran sebagai ancaman
yang tidak berarti.
Trump berjanji Iran tidak
akan pernah mendapatkan senjata nuklir, saat dia berbicara kepada Perdana
Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Yerusalem.
Presiden Iran Hassan
Rouhani, yang terpilih kembali untuk masa jabatan kedua pekan lalu,
memperjuangkan kesepakatan 2015 itu. Namun, pada hari Senin kemarin tampaknya Presiden
Iran itu menyingkirkan kekhawatiran internasional tentang program rudal yang
diisukan tersebut.
"Bangsa Iran telah
memutuskan untuk menjadi negara kuat," katanya di televisi pemerintah.
"Peluru kendali kami untuk perdamaian dan pertahanan. Pejabat Amerika
harus tahu bahwa kapanpun kita perlu menguji rudal secara teknis, kita akan
melakukannya dan tidak akan menunggu izin mereka."
Rouhani juga menyampaikan
kritik keras kepada Mr Trump terhadap Iran pada sebuah pertemuan di Arab Saudi
pada akhir pekan lalu, dengan mengatakan: "Siapa yang dapat mengatakan
bahwa stabilitas regional dapat dipulihkan tanpa Iran?"
Tempat manakah yang dikunjungi Trump saat di Yerusalem?
Setelah meninggalkan
kediaman Presiden Rivlin, dia mengunjungi Gereja Makam Suci dimana menurut tradisi
Kristen, Yesus dikuburkan dan dibangkitkan.Trump mengenakan penutup kepala
Yahudi sebagai tanda penghormatan, dia mengunjungi Tembok Barat, salah satu
situs paling suci di Yudaisme.
Tembok itu merupakan sisa
dari masa Kuil Yahudi Kedua, yang dihancurkan oleh orang Romawi pada tahun 70
Masehi.
Bisa dilihat, Trump menempatkan
catatan tertulis di antara batu-batu di tembok itu. Seperti kebiasaan di antara
pengunjung untuk meninggalkan catatan di sana, sebuah permintaan kepada Tuhan.


COMMENTS